Thursday, 28 April 2011

Bergurau dengan Pasta Gigi (dan Maaf Aku Melepaskannya)

   Sementara pagi terus berteriak, aku dan malam saling menyendiri. Malam sendiri selalu memusuhiku, karena aku tidak pernah benar-benar menemaninya, aku cukup bergurau tawa busa dengan pasta gigi, mengucapkan selamat datang pada cahaya. Pasta gigi cukup akrab denganku, tak pernah ia lupa menempeliku, menggumuliku, selalu berharap untuk ku sambut. 


   Aku tidak benar iri pada angin yang selalu membawa awan keliling kemana pun, bahkan ke Madagascar, sendirian mereka berdua teriak sana-sini. Aku hanya dengan kembaranku, berbicara diam-diam tentang rambut, bibir, dahi, gigi, mata, alis. Yang dibicarakan ikut berbicara, usul, mereka pikir ini adalah musyawarah dalam mencapai mufakat.


   Aku iri pada pasta gigi dan internet, yang berkejar-kejaran, saling ingin dahulu sampai di Madagascar. Internet sampai lebih dahulu, tapi ia dibuang, dibingungkan. Namun pasta gigi, ia dikunyah, rasanya manis, kau bisa pilih juga. Pasta gigi memang menyenangkan, ia membawa tawa bagi siapa pun, kadang ia pun sayang untuk bermalam bersama, akhirnya ia dibiarkan di luar, bersama angin dan malam dan pagi, lalu hilang.


Oh pasta gigi .....

No comments: