Friday, 29 July 2011

Ketika Rindu

Tahukah kamu ketika aku merindukanmu
Tubuhku menjadi sebuah ladang tandus dengan banyak tanaman-tanaman liar yang berwarna merah kecoklatan, gersang
Tubuhku menjadi sarang gua para kelembaban menjadi galak, begitu dingin
Aku memang mengatakan tidak lewat mulutku, tapi  dengan tubuhku

Tahukah kamu ketika aku merindukanmu
Suaramu ada terus-terusan dalam telingaku,
Meneriakiku, memanggilku dengan kata kesayangan
Bola matamu yang kecoklatan selalu muncul di langit-langit kamarku ketika aku menengadah
Bola matamu yang kecoklatan juga muncul ketika aku menatap orang lain
Bola matamu yang kecoklatan kembali muncul saat aku memejamkan mata
Rasanya semakin menjadi karena aku juga menemukan tubuhmu yang memelukku
Tanganmu yang mendekap erat bahuku
Baumu yang selalu kau sodorkan untuk kucium
Bibir tipismu yang kerap mengundang masalah dan berakhir dengan ciuman

Tahukah kamu ketika aku merindukanmu
Air mataku mendadak habis ketika kutahan
Dadaku menjadi sesak ketika kutahan
Leherku menjadi kelu ketika kutahan
Aku menahan semuanya dalam satu kondisi
Ketika aku merindukanmu

Tahukah kamu ketika aku merindukanmu apa yang paling kuingat
Adalah ketika kamu tidur terlelap di samping kananku
Aku masih terjaga dan menciumi wajahmu berulang kali
Dengan mengatakan, “semoga kamu tidak pergi”



29 Juli 2011